Kamis, 23 Januari 2014

TIM PROMOSI "LANGSUNG" JUARA LIGA!!!

Pada setiap awal musim, ada klub yang berstatus tim promosi yang menggantikan klub yang terdegradasi pada akhir musim sebelumnya. Sejarah mencatat, beberapa klub yang berstatus tim promosi berhasil menjadi kampiun liga dibeberapa negara termasuk Indonesia. Berikut ini, saya akan menyajikan beberapa tim promosi yang memiliki prestasi terbaik pada musim pertamanya. 
 
1. Nottingham Forest (English First Division Championship, 1977/1976) 
Nottingham Forest promosi setelah menjadi peringkat ketiga English Second Division (sekarang Championship) pada musim 1976/1977. Pada musim pertamanya, Nottingham Forest tidak tampil canggung sebagai tim promosi dengan mengalahkan lawan-lawannya termasuk Manchester United dikandangnya dengan skor 4-0. Pada musim tersebut Nottingham Forest berhasil menjadi juara English First Division Championship (sekarang Barclays Premier League) dengan selisih 7 poin dari juara bertahan Liverpool dan Piala Liga dengan mengalahkan lawan yang sama.

Brian Clough merupakan sosok pelatih dibalik suksesnya Nottingham Forest, Dia melatih klub ini selama 18 tahun (1975 – 1993). Dia berhasil mempersembahkan 12 trofi untuk Nottingham Forest. Pada musim 1978/1979 dan 1979/1980, Nottingham Forest berhasil dibawanya juara Piala Champion dengan mengalahkan Malmo (Swedia) dengan skor 1-0 di Olympia Stadion, Munchen, Jerman dan Hamburg (Jerman) dengan skor 1-0 di Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol. 
 
Pemain kunci Nottingham Forest pada periode tersebut adalah Peter Shilton, kiper legendaries Inggris yang gawangnya dibobol Diego Maradona dengan “tangan tuhannya” pada Piala Dunia 1986 Meksiko. Selain itu, ada juga Martin O’neil yang sekarang menjabat pelatih Republik Irlandia dan Peter Withe yang pernah menjadi pelatih Indonesia pada periode 2004-2007. Pada musim ini, Nottingham Forest berada di Divisi Championship setelah musim sebelumnya berada diperingkat 8.
 
2. Kaiserslautern (Bundesliga, 1997/1998)
Pada musim 1997/1998, Kaiserslautern berhasil promosi bersama Wolfsburg dan Hertha Berlin. Pada musim tersebut, Otto Rehhagel bertindak sebagai pelatih setelah musim sebelumnya membesut Bayern Munchen dan Werder Bremen. Pelatih ini pada tahun 2004 berhasil membawa Yunani merebut Piala Eropa mengalahkan Potugal dengan skor 1-0. 
 
Materi pemain Kaiserslautern pada musim tersebut merupakan kombinasi pemain tua dan muda. Pemain veteran Andreas Brehme dan Olaf Marschall (topskor, 21 gol) dipadukan dengan Michael Ballack (masih 21 tahun) dan Ciriaco Sforza, bintang Swis yang ditransfer dari Inter Milan. Pada pertandingan pekan ke-1, Kaiserslautern berhasil mengalahkan Bayern Munchen dengan skor 1-0 di Olympia, Munchen dan di Fritz-Walter kembali mengalahkannya dengan skor 2-0. Pada musim tersebut, Kaiserslautern berhasil menjadi juara Bundesliga dengan selisih 2 angka dari Bayern Munchen.



3. Persik Kediri (Divisi Utama Liga Indonesia, 2003) 
Kompetisi Divisi Utama pada tahun 2003, diubah formatnya menjadi satu wilayah dengan peserta 20 klub. Pada musim tersebut, Persik Kediri hadir sebagai pendatang baru dengan status juara Divisi Satu pada musim sebelumnya. Persik yang dilatih Jaya Hartono (mantan pemain Timnas) bermaterikan pemain biasa-biasa saja. Harianto (kapten), Wawan Widiantoro, Wahyudi, dan Khusnul Yuli (dua nama terakhir masih tercatat sebagai pemain Persik) merupakan talenta lokal yang disokong pemain asing seperti Juan C. Tapia, Ebi Ukore, dan striker jangkungnya Bobby. Persik merupakan tim kejutan yang berhasil menjadi juara diantara klub-klub besar seperti Petrokimia Putra (juara bertahan), Persita Tangerang, dan Persija Jakarta. Pada akhir musim, Persik unggul 5 poin diatas PSM Makassar dan Persita Tangerang. Pada musim lalu, Persik Kediri berhasil menjadi peringkat ketiga Divisi Utama dan berhak promosi ke Liga Super Indonesia pada musim ini.
 
4. Persebaya Surabaya (Divisi Utama Liga Indonesia, 2004)
Pada Liga Indonesia 2002, Persebaya Surabaya melakukan aksi mogok saat bertanding melawan PKT Bontang. Akibatnya, Persebaya diskors pengurangan nilai ayang berujung pada degradasi ke Divisi Satu. Pada musim 2003, Jacksen F. Tiago diberi tanggung jawab sebagai pelatih Bajul Ijo dan berhasil menjadi kampiun Divisi Satu. Pada musim 2004, Persebaya berstatus sebagai tim promosi pada Liga Indonesia dengan format satu wilayah.
 
Pada periode tersebut, walaupun Bajul Ijo berstatus tim promosi tapi bermaterikan pemain bagus pada setiap lininya. Sektor belakang diisi “Bejo” Sugiantoro dan Nova Arianto, ditengah ada Uston Nawawi dan Danilo Fernando, dan didepan ada striker gaek Kurniawan “Kurus” Yulianto. Pada pertandingan terakhir (laga penentuan), Persebaya harus mengepak 3 poin saat menjamu Persija Jakarta agar bisa menjadi kampiun Liga Indonesia 2004. Pertandingan sempat ditunda akibat hujan, dan pukul 16.30 WIB baru bisa dilaksanakan. Skor akhir pada pertandingan tersebut adalah 2-1 untuk keunggulan Persebaya. Hasil tersebut mengantarkan Persebaya menjadi juara dengan keunggulan selisih gol dari PSM Makassar yang sama-sama memiliki poin 61. Jacksen F. Tiago akhirnya menjadi orang pertama yang berhasil menjadi juara Liga Indonesia sebagai pemain dan pelatih. Pada musim ini, Persebaya Surabaya berhasil promosi ke Liga Super Indonesia setelah menjadi kampiun Divisi Utama.
 

Rabu, 22 Januari 2014

MUTU IKAN

Ikan dikatakan baik mutunya jika masih dalam kondisi segar. Ikan segar didefinisikan sebagai ikan yang baru saja ditangkap, belum disimpan, dan diolah, atau ikan yang memilki sifat-sifat kesegaran yang kuat serta belum mengalami pembusukan. Ikan yang masih segar berarti belum mengalami perubahan-perubahan biokimiawi, mikrobiologi, maupun fisikawi yang dapat menyebabkan kerusakan berat pada daging ikan.

Ikan segar memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a.       Daging ikan elastis, tidak mudah lepas dari tulang belakangnya
b.      Aroma atau baunya segar dan lunak seperti bau rumput laut
c.       Mata berwarna cerah dan bersih, menonjol penuh serta transparan
d.      Insang berwarna merah cerah
e.       Kulit mengkilat dengan berwarna cerah.

Ciri-ciri ikan segar dan tidak segar
Parameter
Kondisi Segar
Kondisi Tidak Segar
Mata
Pupil hitam menonjol dengan kornea jernih, bola mata cembung dan cemerlang atau cerah.
Pupil mata kelabu tertutup lendir seperti putih susu, bola mata cekung, dan keruh.
Insang
Warna merah cemerlang atau merah tua tanpa adanya lendir, tidak tercium bau yang menyimpang (off odor).
Warna merah coklat sampai keabu-abuan, bau menyengat, lendir tebal.
Tekstur
daging
Elastis dan jika ditekan tidak ada bekas jari, serta padat dan kompak.
Daging kehilangan elastisitasnya atau lunak dan jika ditekan dengan jari maka bekas tekanannya lama hilang.
Keadaan
kulit dan
lendir
Warna sesuai dengan aslinya dan cemerlang, lendir dipermukaan jernih dan transparan dan baunya segar khas menurut jenisnya.
Warnanya sudah pudar dan memucat, lendir tebal dan menggumpal serta lengket, warnanya berubah seperti putih susu.
Keadaan
perut dan sayatan
daging
Perut tidak pecah masih utuh dan warna sayatan daging cemerlang jika ikan dibelah daging melekat kuat pada tulang terutama rusuknya.
Perut sobek, warna sayatan daging kurang cemerlang dan terdapat warna merah sepanjang tulang belakang serta jika dibelah daging mudah lepas.
Bau
Spesifik menurut jenisnya, dan segar seperti bau rumput laut, pupil mata kelabu tertutup lendir seperti putih susu, bola mata cekung dan keruh
Bau menusuk seperti asam asetat dan lama kelamaan berubah menjadi bau busuk yang menusuk hidung.

Spesifikasi persyaratan mutu ikan segar
Jenis Uji
Satuan
Persyaratan Mutu
a). Organoleptik
     Nilai min.


7
b). Cemaran mikroba

   1). ALT/g, maks
   2). Escherichia coli
   3). Vibrio cholerae *)


koloni/g
APM/g
Per 25 gam


5 x 105
<3
negatif
Keterangan : ALT = Angka Lempeng Total, APM = Angka Paling Memungkinkan

Referensi:
Badan Standarisasi Nasional [BSN].  Standar Nasional Indonesia.  SNI 01-2729-1992.  Ikan Segar.
Hadiwiyoto S.  1993.  Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan.  Jilid I.  Jakarta: Penerbit Liberty.
Irawan HSR. 1995. Pengawetan Ikan dan Hasil Perikanan. Solo: CV Aneka.
Junianto.  2003. Teknik Penanganan Ikan. Jakarta: Penebar Swadaya.

Kamis, 09 Januari 2014

Manfaat Tepung Tulang Ikan Payus

Limbah pada dasarnya adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dalam suatu proses dan belum mempunyai nilai ekonomis, bahkan untuk membuang memerlukan biaya yang cukup besar disamping dapat mencemari lingkungan. Pananganan limbah yang kurang baik merupakan masalah dalam usaha industri termasuk perikanan.

Tahapan proses pengolahan produk bontot menunjukan adanya limbah baik yang berbentuk padatan maupun cair sebagai hasil samping dari awal sampai akhir pengolahan. Limbah padat pada pengolahan bontot di Desa Domas antara lain kepala ikan, tulang ikan, kulit ikan, isi perut, cangkang telur, kulit bawang merah dan putih. Sedangkan limbah cair yang dikeluarkan berupa cairan dari hasil pencucian ikan dan air pengukusan pada tahap penyiangan dan pengukusan bontot.

Tulang ikan payus diperoleh dari limbah pengolahan bontot mencapai 34.09%. Limbah tulang ikan payus dapat dijadikan menjadi tepung tulang ikan payus yang berpotensi dijadikan sebagai alternatif sumber kalsium karena kandungan kalsiumnya tinggi yaitu 20.25%. Penerapan tepung tulang ikan payus dilakukan dengan menambahkannya ke dalam produk bontot. Hasil uji organoleptik yang meliputi warna, aroma, tekstur, dan rasa menunjukan bahwa produk bontot yang disukai panelis adalah perlakuan penambahan tepung tulang ikan payus 0% (kontrol), 10%, 30%, dan 20% secara berurutan. Hasil analisis proksimat menunjukan bahwa kandungan gizi produk bontot tepung tulang ikan payus 10% adalah kadar air 11.18%, abu 8.14%, kalsium 1.58%, phosphor 1.06%, protein 12.85%, lemak 0.23% dan karbohidrat 67.6%.

Referensi: 
Munandar A dan Haryati S. 2011. Pemanfaatan limbah tulang ikan payus (Elops hawaensis) sebagai alternatif sumber kalsium dalam produk bontot. Jurnal Penelitian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.